4 Keuntungan Reksadana yang Berbeda dengan Aset Kripto

4 Keuntungan Reksadana yang Berbeda dengan Aset Kripto

4 Keuntungan Reksadana – Cryptocurrency atau yang dikenal juga dengan asset kripto sedang terkenal di Indonesia untuk dijadikan investasi. Beberapa asset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, Ripple, Tether, dan Doge nilainya naik tinggi semenjak awalnya tahun ini dan memberikan keuntungan untuk beberapa pemegangnya.

Di Indonesia, menurut Tubuh Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, asset kripto ialah komoditi yang diperjualbelikan di bursa berjangka. Walau dilarang sebagai mata uang atau alat pembayaran oleh Bank Indonesia, asset kripto bisa dijadikan alat investasi dan bisa dijualbelikan.

Nilai Bitcoin dan koin-koin kripto yang lain dapat naik dalam sekejap tanpa batas karena asset digital ini datang karena tehnologi blockchain. Tehnologi blockchain ialah mekanisme alat rekam info yang membuat tidak mungkin untuk diganti, di-hack atau diakali, hingga tidak perlu ada tubuh atau kewenangan yang memantau dan membuat ketentuan.

TRENDING |  Aplikasi Bereksa Terbaik untuk Investasi Reksadana

Ini pasti berlainan dengan reksadana yang disebut investasi di pasar modal. Reksadana ialah kelompok dana investor yang diatur manager investasi untuk diinvestasikan dalam beragam asset keuangan seperti saham, obligasi dan pasar uang. Reksadana ada beberapa macamnya berdasar isi portofolio dan mata uangnya.

Buat investor pemula yang ingin mulai investasi, apa langsung trading crypto atau tentukan reksadana saja? Baca dahulu keuntungan reksadana ini dan perbedaannya dengan asset kripto. Keuntungan Reksadana yang Berlainan dengan Asset Kripto

TRENDING |  Investasi Jangka Pendek Paling Bagus Bagi Pemula

1. Dikelola profesional

Reksadana diatur oleh manager investasi professional di bagian keuangan, hingga dapat pilih dan menganalisa asset yang mana paling maksimal. Manager investasi harus mempunyai ijin dari Kewenangan Jasa Keuangan. Demikian pula Bank Kustodian yang simpan asset reksadana, dan agen penjual reksadana (APERD) seperti program Bareksa harus punyai lisensi sah.

Saat itu, asset kripto datang karena ada mekanisme blockchain. Gerakan naik dan turun nilainya murni berdasar kebutuhan pasar saja dan tidak ada peraturan yang mengendalikannya . Maka, resiko trading crypto harus dijamin oleh si trader atau investor sendiri, dan ini tidak dapat dikaji.

TRENDING |  Peluang Investasi Terbaik Tahun 2021

2. Diversifikasi

Dalam satu produk reksadana terbagi dalam bermacam asset, hingga jika ada satu asset yang nilainya jeblok kronis, belum pasti punya pengaruh ke keseluruhnya portofolio. Karena, resikonya telah terdiri dengan beberapa aset yang lain dalam portofolio reksadana.

Berlainan dengan asset kripto, investor dapat beli satu coin misalkan Bitcoin atau Doge. Saat harga Bitcoin naik 20 % satu hari, pasti nilai investasi langsung naik, tapi jika turun 20 % satu hari, kerugiannya lumayan besar dan tidak dapat terbatasi.

TRENDING |  Tips Membeli Apartemen untuk Pemula Aman dan Praktis

3. Pilihan sesuai profil resiko

Reksadana ada beberapa macamnya, dimulai dari resiko paling rendah sampai paling tinggi, yakni reksadana pasar uang, reksadana penghasilan rutin, reksadana kombinasi dan reksadana saham. Untuk investor pemula yang baru mengenal investasi, seharusnya pilih reksadana pasar uang dahulu yang condong konstan, lalu naik ke tipe yang lain saat telah memahami dan dapat terima resiko semakin tinggi.

Adapun Bitcoin atau koin-koin yang lain pada umumnya resikonya sama, yakni tinggi sekali. Memang jika sedang untung dapat mendapatkan cuan beberapa ratus % satu hari, tapi jika kembali rugi dapat lenyap uang kita dalam kurun waktu dekat. Buat investor atau trader pemula, trading crypto ini dapat buat jantungan.

TRENDING |  Keuntungan Investasi Rumah dan Cara Memulainya

4. Terukur

Portofolio reksadana bisa diprediksikan dari macamnya. Contoh reksadana pasar uang pasti didalamnya deposito dan obligasi dengan jatuh termin kurang dari satu tahun. Kita dapat memprediksi imbal hasil reksadana pasar uang sesuai keadaan suku bunga referensi sekarang ini.

Selanjutnya, periode waktu investasi reksadana yang maksimal bisa juga kita samakan dengan macamnya. Reksadana pasar uang untuk periode pendek sekitaran satu tahun, reksadana penghasilan rutin dan kombinasi untuk periode menengah dan reksadana saham untuk periode panjang di atas 5 tahun.

TRENDING |  Investasi Rumah : Tips Berburu Rumah dalam Pameran Properti
Pencarian Populer : Apakah Reksadana Itu Haram ,Tutorial Investasi Reksadana ,Bank Reksadana Syariah Terbaik ,Bagaimana Memulai Investasi Reksadana ,Bagaimana Cara Bermain Reksadana ,Bagaimana Berinvestasi Reksadana ,Arti Investasi Reksadana ,Apakah Reksadana Tokopedia Aman ,Apakah Reksadana Termasuk Riba ,Apakah Reksadana Kena Pajak ,Apakah Reksadana Itu Riba ,Agen Reksadana Terbaik ,Apa Pengertian Reksadana ,Apa Keuntungan Reksadana ,Apa Itu Saham Reksadana ,Apa Itu Reksadana Terproteksi ,Apa Itu Reksadana Mandiri ,Apa Itu Reksadana Di Tokopedia ,Apa Itu Reksadana Bukalapak ,Apa Itu Perusahaan Reksadana

Check Also

Belajar Investasi Saham

Rekomendasi Buku Untuk Anda yang Ingin Belajar Investasi Saham

Belajar Investasi Saham – Memulai investasi saham memang membutuhkan pengetahuan dan info yang cukup. Di …