kunci jawaban

Bagaimana sistem periodisasi masa praaksara di Indonesia

Bagaimana sistem periodisasi masa praaksara di Indonesia?

Jawaban

Periodesasi pada masa praaksara di Indonesia dibagi menjadi Zaman Paleolitikum, Mesolitikum, Neolitikum, Megalitikum, dan Logam.

Yuk simak penjelasannya.

Zaman Paleolitikum atau Zaman Batu Tua adalah periode prasejarah yang diperkirakan berlangsung pada 600.000 tahun lalu. Pada periode ini, alat-alat yang digunakan manusia purba terbuat dari batu kasar yang belum dihaluskan, seperti kapak genggam atau chopper yang berfungsi untuk memotong kayu atau membunuh binatang buruan. Ciri-ciri zaman paleolitikum adalah: alat-alat yang digunakan terbuat dari batu yang masih kasar, pola hidup manusianya masih mengembara atau nomaden, manusianya hidup dengan cara berburu dan meramu, manusianya hidup dalam kelompok kecil, ditemukannya Kebudayaan Ngandong dan Kebudayaan Pacitan.

TRENDING |  Kaum Padri dan kaum adat bermusuhan karena

Zaman Mesolitikum merupakan zaman batu yang berlangsung antara periode Paleolitikum dan Neolitikum. Zaman Mesolitikum dikenal juga sebagai Zaman Batu Tengah atau Batu Madya. Ciri-ciri zaman mesolitikum, adalah: ditemukannya Kjokkenmoddinger dan abris sous roche, masyarakatnya mencari makan dengan berburu; meramu; dan bercocok tanam, hidup semi nomaden; di tempat-tempat seperti goa atau tepi pantai, alat-alat yang digunakan didominasi dari tulang dan bebatuan kasar, sudah mengenal kepercayaan.

TRENDING |  Yang bukan termasuk latar belakang masuknya bangsa Barat di Indonesia, adalah

Zaman Neolitikum atau Zaman Batu Muda adalah periode pada masa prasejarah ketika manusianya menggunakan alat-alat dari batu yang telah dihaluskan. Pada zaman ini dikatakan terjadi revolusi kebudayaan yang sangat besar dalam peradaban manusia. Ciri-ciri zaman neolitikum adalah: alat-alat batu sudah diasah dan dihias, tempat tinggal manusianya sudah menetap, perubahan dari food gathering ke food producing, masyarakatnya mengenal bercocok tanam dan beternak, ditemukannya kebudayaan kapak lonjong dan kapak persegi, masyarakatnya telah mengenal kepercayaan.

TRENDING |  Di bawah ini yang bukan karakteristik sistem konsinyasi yaitu barang-barang konsinyasi harus dilaporkan sebagai persediaan oleh pengamanat

Megalitikum secara etimologi berasal dari kata mega yang artinya besar dan lithos yang artinya batu. Sehingga, zaman Megalitikum juga diartikan sebagai zaman Batu Besar. Bangunan atau peralatan yang dihasilkan oleh masyarakat zaman ini sudah memiliki fungsi yang jelas, yaitu sebagai alat pemujaan terhadap roh nenek moyang. Hasil kebudayaan zaman Megalitikum lebih megarah pada sebuah pemujaan terhadap roh nenek moyang. Peninggalan zaman Megalitikum memiliki bentuk yang beragam, diantarnya adalah waruga, sarkofagus, kubur peti, menhir, dolmen, punden berundak, dan arca batu. Kepercayaan yang berkembang sehingga tercipta banyak perlatan pemujaan adalah Animisme dan Dinamisme.

TRENDING |  Pada tahun 1870 dikeluarkan UU Agraria (Agrarische Act) dan UU Gula (Suiker Act) yang membuat Belanda mengeluarkan adanya kebijakan pintu terbuka, yaitu

Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman Logam disebut juga zaman Perunggu. Pada zaman Logam orang sudah membuat alat-alat dari logam selain alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam dan mencetaknya menjadi peralatan. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut a cire perdue.

TRENDING |  Contoh perubahan sosial yang bersifat regress adalah ....

Check Also

kunci jawaban

Inhibitor kompetitif dalam enzim mempunyai sifat….

Inhibitor kompetitif dalam enzim mempunyai sifat…. Jawaban Inhibitor kompetitif dalam enzim mempunyai sifat bersaing/berkompetisi dengan …